Arkeolog Prancis Dipersilakan Uji Metodologi
Arkeolog Prancis dipersilakan uji metodologi penanggalan Leang Metanduno, situs lukisan gua tertua di dunia, dengan izin dari pihak yang berwenang
GG Reporter
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peneliti Situs Gua Leang Metanduno menyilakan penelitian lain yang ingin menguji umur situs lukisan gua tertua di dunia itu.
Arkeolog Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Dr. menyilakan penelitian lain yang ingin menguji umur situs lukisan gua tertua di dunia itu. Penelitian ini dapat membantu meningkatkan pemahaman tentang sejarah dan kebudayaan di Indonesia.
Penelitian Leang Metanduno
Situs Gua Leang Metanduno merupakan salah satu situs lukisan gua tertua di dunia. Penelitian yang dilakukan oleh tim arkeolog BRIN telah menemukan bahwa situs ini memiliki umur yang sangat tua, yaitu sekitar 40.000 tahun.
Penelitian ini menggunakan metode penanggalan yang canggih untuk menentukan umur situs. Metode ini melibatkan analisis radiokarbon dan termoluminesensi untuk menentukan umur situs.
Arkeolog Prancis
Arkeolog Prancis dipersilakan untuk menguji metodologi penanggalan Leang Metanduno. Mereka dapat menggunakan metode penanggalan yang sama untuk menentukan umur situs.
Namun, perlu diingat bahwa penelitian ini harus dilakukan dengan izin dari pihak yang berwenang. Penelitian yang dilakukan tanpa izin dapat menyebabkan kerusakan pada situs dan kehilangan data yang berharga.
Oleh karena itu, penelitian yang dilakukan harus dilakukan dengan hati-hati dan teliti. Peneliti harus memastikan bahwa mereka memiliki izin yang cukup sebelum melakukan penelitian.