Banjarmasin Perkuat Pelestarian Wastra Sasirangan Melalui LDMS 2026
Pemerintah Kota Banjarmasin dan Dekranasda setempat sukses menyelenggarakan Lomba Desain Motif Sasirangan (LDMS) Tahun 2026 pada Rabu, 20 Mei, sebagai upaya menjaga, mengembangkan, dan mempromosikan wastra khas Kalimantan Selatan.
GG Reporter
Pemerintah Kota Banjarmasin, bekerja sama dengan Dekranasda Banjarmasin, telah sukses menyelenggarakan Lomba Desain Motif Sasirangan (LDMS) Tahun 2026. Acara penting ini berlangsung pada Rabu, 20 Mei, dan menjadi salah satu agenda strategis dalam upaya pelestarian serta pengembangan warisan budaya daerah. Kegiatan ini secara khusus dirancang untuk memperkuat posisi kain adat Sasirangan sebagai warisan wastra khas Kalimantan Selatan yang patut dibanggakan dan terus dilestarikan.
Lomba yang diikuti oleh puluhan peserta ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sebuah platform kolaboratif untuk mencapai tiga tujuan utama: menjaga kain adat Sasirangan, mengembangkan kain adat Sasirangan, dan mempromosikan kain adat Sasirangan. Inisiatif ini menunjukkan komitmen kuat dari pemerintah daerah dan lembaga terkait dalam memastikan keberlanjutan dan relevansi Sasirangan di tengah arus modernisasi.
Memperkuat Identitas Budaya Melalui Lomba Desain
Kain adat Sasirangan telah lama dikenal sebagai salah satu identitas budaya yang paling menonjol dari Kalimantan Selatan. Sebagai warisan wastra khas Kalimantan Selatan, Sasirangan memiliki nilai historis, filosofis, dan estetika yang mendalam. Proses pembuatannya yang tradisional, dengan teknik jumputan atau ikat celup, menghasilkan motif-motif unik yang seringkali terinspirasi dari alam dan kehidupan masyarakat setempat. Oleh karena itu, upaya menjaga kain adat Sasirangan menjadi krusial agar teknik, motif, dan makna di baliknya tidak luntur ditelan zaman.
Penyelenggaraan Lomba Desain Motif Sasirangan (LDMS) Tahun 2026 pada Rabu, 20 Mei, adalah langkah konkret dalam mewujudkan tujuan tersebut. Dengan melibatkan puluhan peserta, lomba ini mendorong para desainer muda maupun seniman berpengalaman untuk mengeksplorasi kreativitas mereka dalam menciptakan motif-motif baru yang tetap berakar pada tradisi Sasirangan. Hal ini sejalan dengan misi mengembangkan kain adat Sasirangan, di mana inovasi desain diharapkan dapat memberikan napas segar tanpa menghilangkan esensi aslinya.
Kolaborasi antara Pemerintah Kota Banjarmasin dan Dekranasda Banjarmasin dalam menghelat acara ini menunjukkan sinergi yang efektif antara sektor pemerintahan dan organisasi kerajinan. Dekranasda Banjarmasin, sebagai Dewan Kerajinan Nasional Daerah, memiliki peran vital dalam membina dan mengembangkan potensi kerajinan lokal, termasuk Sasirangan. Dukungan penuh dari Pemerintah Kota Banjarmasin memastikan bahwa program-program pelestarian budaya mendapatkan prioritas dan sumber daya yang memadai.
Strategi Komprehensif: Menjaga, Mengembangkan, dan Mempromosikan
Tiga pilar tujuan LDMS Tahun 2026 – menjaga, mengembangkan, dan mempromosikan – membentuk strategi komprehensif untuk masa depan kain adat Sasirangan. Aspek menjaga kain adat Sasirangan tidak hanya berarti melestarikan teknik pembuatan tradisional, tetapi juga mendokumentasikan motif-motif klasik, serta mewariskan pengetahuan tentang filosofi di balik setiap corak kepada generasi penerus. Ini penting untuk memastikan bahwa identitas Sasirangan tetap otentik dan tidak tergerus oleh komersialisasi yang berlebihan.
Sementara itu, upaya mengembangkan kain adat Sasirangan berfokus pada adaptasi dan inovasi. Melalui lomba desain seperti LDMS Tahun 2026, para desainer didorong untuk menciptakan motif-motif kontemporer yang relevan dengan selera pasar modern, tanpa meninggalkan ciri khas Sasirangan. Pengembangan ini juga mencakup eksplorasi penggunaan Sasirangan dalam berbagai produk fesyen dan aksesori, sehingga dapat menjangkau segmen pasar yang lebih luas dan meningkatkan nilai ekonomisnya bagi para perajin.
Terakhir, tujuan mempromosikan kain adat Sasirangan adalah kunci untuk meningkatkan pengakuan baik di tingkat nasional maupun internasional. Lomba desain ini menjadi salah satu sarana promosi yang efektif, menarik perhatian media dan publik terhadap keindahan dan keunikan Sasirangan. Selain itu, promosi juga dilakukan melalui pameran, festival budaya, dan kampanye digital, yang semuanya bertujuan untuk memperkenalkan warisan wastra khas Kalimantan Selatan ini kepada khalayak yang lebih luas, sekaligus mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Banjarmasin.
Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, Dekranasda, dan masyarakat, Pemerintah Kota Banjarmasin berharap kain adat Sasirangan tidak hanya bertahan sebagai warisan, tetapi juga berkembang menjadi komoditas unggulan yang membanggakan daerah. Lomba ini menjadi bukti nyata komitmen tersebut, membuka jalan bagi inovasi dan apresiasi yang lebih besar terhadap salah satu kekayaan budaya Indonesia.
Berita ini dilaporkan oleh Latif Thohir, Soni Namura, dan Ludmila Yusufin Diah Nastiti dari ANTARA.