Bupati Jepara Dorong Kopi Sumanding Jadi Identitas Baru Daerah
GG Reporter
Jepara, Jawa Tengah – Kabupaten Jepara, yang selama ini dikenal luas sebagai Kota Ukir dan pusat industri furniture, kini tengah didorong untuk memiliki identitas baru yang tak kalah membanggakan. Bupati Jepara, Witiarso Utomo, secara aktif menginisiasi pengembangan Kopi Sumanding agar dapat berkembang menjadi identitas baru daerah tersebut. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat sektor ekonomi lokal dan membuka peluang pariwisata yang lebih beragam.
Dorongan terhadap Kopi Sumanding ini disampaikan Bupati Witiarso Utomo dalam gelaran Sumanding KopiFest 2026 yang berlangsung di Kawasan Hutan Pinus Buper Sumanding pada Jumat malam, 22 Mei 2026, dan berlanjut pada Sabtu, 23 Mei 2026 pagi. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Witiarso Utomo menekankan pentingnya bagi para petani dan pelaku usaha kopi untuk senantiasa menjaga kualitas produksi. Tujuannya adalah agar kopi Jepara, khususnya Kopi Sumanding, mampu bersaing secara kompetitif di pasar yang lebih luas, baik nasional maupun internasional.
Potensi Kopi Sumanding sebagai Ikon Baru
Kopi Sumanding berasal dari Desa Sumanding, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara. Jenis kopi yang dominan di wilayah ini adalah Robusta, yang tumbuh subur di lereng Pegunungan Muria. Afif Pancasetyawan, seorang barista lokal Jepara, turut memperkenalkan Kopi Robusta Sumanding sebagai salah satu kopi unggulan daerah. Menurutnya, kopi ini memiliki karakter rasa yang khas, dengan aroma kompleks, sentuhan keasaman segar bernuansa citrus dan fruity, serta tekstur yang lebih lembut sehingga dinilai ramah di lambung penikmat kopi.
Kualitas kopi, seperti yang dijelaskan oleh Afif, tidak hanya ditentukan oleh proses roasting, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh kualitas bibit dan tingkat kematangan buah saat dipanen. Pemetikan buah kopi harus benar-benar matang untuk menghasilkan rasa akhir yang optimal. Potensi perkebunan kopi di Desa Sumanding sendiri cukup besar, dengan sekitar 400 kepala keluarga yang memiliki kebun kopi sebagai sumber penghasilan tambahan. Bahkan, pembeli Kopi Robusta Sumanding kerap datang dari kota-kota besar seperti Yogyakarta dan wilayah lainnya.
Visi Bupati Witiarso Utomo sangat jelas, yaitu menjadikan Jepara tidak hanya dikenal sebagai kota ukir dan furniture, tetapi juga sebagai daerah penghasil kopi berkualitas. Ia berharap Jepara juga akan dikenal melalui varietas kopi lain seperti Kopi Tempur dan Kopi Batealit, serta desa-desa penghasil kopi lainnya. Hal ini sejalan dengan pengakuan Bupati Witiarso Utomo yang mengaku dekat dengan budaya ngopi sejak kecil, sering nongkrong di angkringan bersama teman-teman sambil menikmati kopi.
Dukungan Pemerintah dan Komunitas Lokal
Pengembangan Kopi Sumanding juga mendapat dukungan kuat dari komunitas lokal. Kelompok Taruna Tani Mapan (T