Kota Malang Digitalisasi 18 dari 31 Manuskrip Kuno untuk Lestarikan Warisan
Kota Malang mengambil langkah proaktif dengan mendigitalisasi 18 dari total 31 manuskrip kuno yang dimilikinya, sebuah upaya penting untuk menjaga warisan sejarah yang rentan dari kerusakan.
GG Reporter
Kota Malang, sebagai salah satu kota yang kaya akan sejarah dan budaya di Indonesia, terus menunjukkan komitmennya dalam melestarikan warisan berharga. Upaya signifikan tengah dilakukan melalui program digitalisasi manuskrip kuno, sebuah langkah proaktif untuk menjaga peninggalan masa lalu yang rentan terhadap kerusakan dan kepunahan. Dari total 31 manuskrip kuno yang teridentifikasi di wilayah tersebut, sebanyak 18 manuskrip telah berhasil dialihkan ke format digital.
Upaya Pelestarian Warisan Sejarah yang Rentan
Manuskrip kuno merupakan jendela menuju peradaban masa lalu, menyimpan berbagai catatan penting mengenai sejarah, kebudayaan, ilmu pengetahuan, hingga kearifan lokal. Namun, sifat fisik manuskrip yang umumnya terbuat dari bahan organik seperti kertas atau lontar, menjadikannya sangat rentan terhadap faktor-faktor perusak seperti kelembaban, serangga, jamur, serta usia. Tanpa penanganan dan pelestarian yang tepat, warisan sejarah ini berisiko tinggi untuk hilang selamanya.
Menyadari urgensi tersebut, Kota Malang mengambil inisiatif untuk melakukan digitalisasi. Proses ini tidak hanya bertujuan untuk menciptakan salinan digital sebagai cadangan, tetapi juga untuk mempermudah akses bagi para peneliti, akademisi, dan masyarakat luas tanpa harus menyentuh fisik manuskrip asli yang rapuh. Dengan demikian, nilai-nilai historis dan pengetahuan yang terkandung di dalamnya dapat terus dipelajari dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Langkah Strategis Kota Malang dalam Digitalisasi Manuskrip
Program digitalisasi manuskrip kuno yang dilakukan oleh Kota Malang merupakan bagian dari upaya yang lebih luas dalam menjaga warisan sejarah bangsa. Data menunjukkan bahwa dari keseluruhan 31 manuskrip kuno yang ada di kota tersebut, 18 di antaranya telah berhasil diubah ke dalam format digital. Angka ini mencerminkan kemajuan yang signifikan dalam usaha pelestarian dan pengelolaan aset budaya yang tak ternilai harganya.
Langkah pengalihan ke format digital ini dilaporkan oleh kantor berita ANTARA, menyoroti pentingnya inisiatif ini dalam skala Nasional. Kategori berita ini juga ditempatkan dalam ranah Science, menunjukkan bahwa proses digitalisasi manuskrip kuno melibatkan metodologi ilmiah dan teknologi canggih untuk memastikan akurasi dan integritas data. Upaya ini diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain di Indonesia dalam mengelola dan melestarikan kekayaan intelektual dan budaya yang mereka miliki.