Menkop Ferry Joko Juliantono Dorong Universitas Trilogi Cetak Teknososiopreneur
Menteri Koperasi Ferry Joko Juliantono menyampaikan orasi ilmiah pada wisuda Universitas Trilogi di Jakarta Selatan, menekankan peran strategis perguruan tinggi dalam mencetak generasi teknososiopreneur yang adaptif teknologi, peduli sosial, dan kolaboratif untuk dampak luas masyarakat.
GG Reporter
Jakarta, 23 Mei 2026 – Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Joko Juliantono, menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cakap secara teknologi, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan semangat kebersamaan. Penegasan ini disampaikan oleh Ferry Joko Juliantono saat memberikan orasi ilmiah pada acara wisuda Universitas Trilogi yang berlangsung di Jakarta Selatan pada Sabtu, 23 Mei 2026.
Dalam pidatonya, Menkop Ferry Joko Juliantono secara khusus menyoroti bahwa Universitas Trilogi memiliki posisi strategis dalam upaya mencetak individu-individu yang siap menghadapi tantangan zaman. Orasi ilmiah tersebut, yang mengusung topik mengenai Upaya Cetak Teknososiopreneur, menekankan bahwa lulusan perguruan tinggi harus mampu mengintegrasikan kemajuan teknologi dengan nilai-nilai sosial dan kolaborasi untuk menghasilkan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat luas.
Mencetak Generasi Teknososiopreneur Unggul
Konsep teknososiopreneur menjadi inti dari pesan yang disampaikan oleh Ferry Joko Juliantono. Beliau menjelaskan bahwa seorang teknososiopreneur adalah individu yang tidak hanya adaptif terhadap perkembangan teknologi yang begitu pesat, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Lebih lanjut, semangat kolaborasi menjadi kunci utama dalam menciptakan inovasi yang dapat memberikan dampak luas bagi masyarakat.
Adaptasi terhadap teknologi berarti kemampuan untuk terus belajar dan memanfaatkan alat serta platform digital terbaru guna memecahkan masalah. Di era digital ini, kemampuan tersebut menjadi prasyarat mutlak bagi setiap profesional dan wirausahawan. Namun, Menkop Ferry Joko Juliantono mengingatkan bahwa kecakapan teknologi saja tidak cukup. Diperlukan pula dimensi sosial, yaitu kepekaan terhadap isu-isu kemasyarakatan, keinginan untuk berkontribusi, dan semangat untuk memberdayakan komunitas.
Aspek kepedulian sosial ini mendorong para lulusan untuk tidak hanya berorientasi pada keuntungan pribadi, melainkan juga pada solusi yang berkelanjutan dan inklusif. Dengan demikian, setiap inovasi teknologi yang diciptakan diharapkan dapat menjawab kebutuhan riil masyarakat, terutama kelompok-kelompok yang rentan atau kurang terlayani. Ini sejalan dengan visi pembangunan nasional yang mengedepankan pemerataan dan kesejahteraan bersama.
Peran Strategis Universitas dalam Pembangunan Nasional
Ferry Joko Juliantono secara eksplisit menyatakan bahwa Universitas Trilogi, sebagai institusi pendidikan tinggi, memegang posisi strategis dalam mewujudkan visi ini. Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar untuk tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan etos kerja mahasiswa agar menjadi agen perubahan yang positif. Kurikulum yang relevan, fasilitas yang memadai, serta lingkungan akademik yang mendukung inovasi dan kolaborasi adalah elemen-elemen penting yang harus terus dikembangkan.
Melalui pendidikan yang holistik, Universitas Trilogi diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis yang kuat, tetapi juga memiliki empati, etika, dan kemampuan untuk bekerja sama dalam tim lintas disiplin. Kemampuan kolaborasi ini sangat krusial, mengingat kompleksitas permasalahan sosial dan ekonomi yang ada saat ini seringkali membutuhkan pendekatan multidisiplin dan sinergi dari berbagai pihak.
Acara wisuda Universitas Trilogi tersebut mengusung tema “Mengakselerasi ...”, yang meskipun tidak disebutkan secara lengkap dalam sumber, secara implisit menunjukkan semangat untuk mempercepat pencapaian tujuan-tujuan strategis, termasuk dalam hal pengembangan sumber daya manusia unggul. Tema ini selaras dengan orasi Menkop Ferry Joko Juliantono yang mendorong percepatan pencetakan generasi teknososiopreneur.
Pesan dari Menteri Koperasi Ferry Joko Juliantono ini menjadi pengingat bagi seluruh pemangku kepentingan di sektor pendidikan dan industri bahwa masa depan bangsa sangat bergantung pada kualitas generasi muda yang mampu menggabungkan kecerdasan teknologi dengan kepekaan sosial. Dengan demikian, diharapkan akan lahir lebih banyak inovator yang tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga nilai sosial yang berkelanjutan bagi kemajuan Indonesia.