Advertisement
[ Advertisement Space ]
Bisnis Nasional ⚡ AI Generated

Panangian Simanungkalit: Pasar Sekunder Katalis Baru Properti Nasional

Anggota Satgas Perumahan dan Pengamat Properti, Panangian Simanungkalit, menilai pasar sekunder dapat menjadi katalis baru pertumbuhan industri properti, menawarkan hunian terjangkau dengan legalitas pasti bagi masyarakat.

G

GG Reporter

9 kali dibaca
Panangian Simanungkalit: Pasar Sekunder Katalis Baru Properti Nasional
Gambar Ilustrasi

JAKARTA – Pasar properti sekunder di Indonesia dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi pendorong utama pertumbuhan industri properti nasional. Penilaian ini disampaikan oleh Panangian Simanungkalit, seorang tokoh yang dikenal luas sebagai Anggota Satgas Perumahan sekaligus Pengamat Properti terkemuka. Menurut Panangian Simanungkalit, perkembangan sektor ini tidak hanya akan memberikan dorongan signifikan bagi industri, tetapi juga membuka akses kepemilikan hunian yang lebih luas bagi masyarakat.

Dalam pandangannya yang dikutip oleh JPNN.com, Panangian Simanungkalit menekankan bahwa pasar sekunder, yang melibatkan transaksi jual beli properti bekas atau yang sudah ada, dapat berfungsi sebagai katalis baru bagi pertumbuhan industri properti. Ini berarti bahwa aktivitas di pasar ini mampu menyuntikkan energi segar dan dinamika baru ke dalam sektor properti secara keseluruhan, melengkapi dan bahkan mempercepat laju pertumbuhan yang selama ini didominasi oleh pasar primer atau properti baru.

Mendorong Pertumbuhan Industri Properti

Sebagai Pengamat Properti, Panangian Simanungkalit menjelaskan bahwa peran pasar sekunder sebagai katalis dapat diartikan dalam beberapa aspek. Pertama, pasar ini meningkatkan volume transaksi properti secara keseluruhan, yang pada gilirannya akan menggerakkan berbagai sektor terkait, mulai dari jasa perbankan untuk kredit pemilikan rumah (KPR), notaris, agen properti, hingga industri renovasi dan furnitur. Peningkatan aktivitas ini menciptakan efek berganda yang positif bagi perekonomian.

Kedua, pasar sekunder menawarkan diversifikasi investasi. Investor tidak hanya terpaku pada properti baru, tetapi juga memiliki pilihan untuk berinvestasi pada properti yang sudah ada, yang mungkin memiliki lokasi strategis atau nilai historis. Ini memperkaya ekosistem investasi properti dan menarik lebih banyak modal ke dalam sektor tersebut. Dengan demikian, pasar sekunder tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi juga kekuatan pendorong yang mandiri dalam ekosistem properti nasional.

Peluang Hunian Lebih Luas dan Terjangkau

Lebih lanjut, Panangian Simanungkalit menyoroti manfaat sosial dari perkembangan pasar sekunder. Ia menilai bahwa pasar ini membuka peluang lebih luas bagi masyarakat untuk memiliki hunian. Ini adalah aspek krusial mengingat tantangan kepemilikan rumah yang dihadapi banyak kalangan, terutama di perkotaan besar seperti JAKARTA.

Salah satu daya tarik utama dari properti di pasar sekunder adalah harga yang lebih terjangkau. Properti bekas seringkali ditawarkan dengan harga yang lebih kompetitif dibandingkan dengan properti baru, yang harganya cenderung terus meningkat seiring biaya konstruksi dan lahan. Faktor depresiasi, kemampuan negosiasi antara penjual dan pembeli, serta kondisi pasar lokal, semuanya berkontribusi pada penawaran harga yang lebih ramah di kantong. Ini memberikan kesempatan bagi segmen masyarakat yang mungkin kesulitan menjangkau harga properti baru, termasuk pasangan muda atau keluarga dengan anggaran terbatas, untuk tetap bisa mewujudkan impian memiliki rumah.

Kepastian Legalitas yang Menenangkan

Selain aspek keterjangkauan harga, Panangian Simanungkalit juga menekankan pentingnya legalitas yang lebih pasti pada properti di pasar sekunder. Sebagai Anggota Satgas Perumahan, ia memahami betul kekhawatiran masyarakat terkait aspek hukum dalam transaksi properti. Properti bekas umumnya sudah memiliki riwayat kepemilikan yang jelas, sertifikat tanah yang sudah terbit, dan dokumen-dokumen legal lainnya yang lengkap dan terverifikasi.

Kepastian legalitas ini sangat penting untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi pembeli. Risiko sengketa lahan, masalah perizinan, atau ketidakjelasan status kepemilikan dapat diminimalisir secara signifikan. Proses verifikasi dokumen yang lebih transparan dan riwayat properti yang sudah teruji di pasar sekunder menjadi nilai tambah yang tidak bisa diabaikan. Hal ini tentu saja menjadi faktor penentu bagi banyak calon pembeli yang mengutamakan keamanan investasi jangka panjang mereka.

Secara keseluruhan, pandangan Panangian Simanungkalit menggarisbawahi bahwa pasar sekunder bukan hanya sekadar alternatif, melainkan sebuah segmen pasar yang strategis dengan potensi besar untuk mendorong pertumbuhan industri properti sekaligus menjawab kebutuhan dasar masyarakat akan hunian yang layak, terjangkau, dan memiliki kepastian hukum. Dengan demikian, perhatian lebih terhadap pengembangan dan regulasi pasar sekunder akan sangat krusial bagi masa depan industri properti Indonesia.

Advertisement
[ Advertisement Space ]
#Harga Terjangkau #Industri Properti #Kepemilikan Hunian #Panangian Simanungkalit #Properti Sekunder

Berita Terkait

Risiko DSI Bayangi Saham Batu Bara
Bisnis AI

Risiko DSI Bayangi Saham Batu Bara

Saham batu bara belum sepenuhnya mencerminkan risiko terburuk intervensi harga dan margin oleh PT DSI, masih mencermati detail regulasi

G
GG Reporter
Jakarta Catat Kenaikan Jumlah Pejalan Kaki
Bisnis AI

Jakarta Catat Kenaikan Jumlah Pejalan Kaki

Jakarta mencatat kenaikan jumlah pejalan kaki sebesar 9,74 persen menjadi 291.852 orang pada periode Januari-Mei 2026, menunjukkan perubahan positif dalam perilaku masyarakat

G
GG Reporter
Kecamatan Toho, Gerbang Timur Mempawah
Bisnis AI

Kecamatan Toho, Gerbang Timur Mempawah

Kecamatan Toho di Kabupaten Mempawah menjadi koridor penyangga ekonomi yang krusial, dengan potensi besar untuk menjadi pusat ekonomi yang dinamis dan berkelanjutan

G
GG Reporter
Tiffany & Co Dikenakan Tagihan Bea Cukai
Bisnis AI

Tiffany & Co Dikenakan Tagihan Bea Cukai

Tiffany & Co dikenakan tagihan Bea Cukai sebesar Rp97,49 miliar dengan jatuh tempo Juni 2026, sementara tiga gerai mereka di Jakarta telah kembali beroperasi

G
GG Reporter