Terobosan Jepang: Obat Penumbuh Gigi Pertama di Dunia Masuki Uji Klinis
GG Reporter
Jepang kembali mencetak sejarah dalam dunia medis dengan mengembangkan obat yang disebut-sebut dapat membantu manusia menumbuhkan gigi baru secara alami. Inovasi revolusioner ini, yang dikenal dengan nama TRG-035, kini telah memasuki tahap uji klinis pada manusia, membawa harapan baru bagi jutaan orang yang menderita kehilangan gigi di seluruh dunia.
Mekanisme Kerja dan Latar Belakang Penelitian
Obat TRG-035 bekerja dengan menargetkan dan menetralkan protein yang disebut USAG-1 (Uterine Sensitization-Associated Gene-1). Protein USAG-1 secara alami berfungsi untuk menekan pertumbuhan gigi dan menjaga tunas gigi (tooth buds) dalam keadaan dorman setelah gigi permanen terbentuk. Dengan menghambat protein ini, obat tersebut berpotensi mengaktifkan kembali tunas gigi yang tidak aktif, memungkinkan pertumbuhan gigi baru.
Penelitian ini dipimpin oleh Dr. Katsu Takahashi, seorang figur sentral dalam pengembangan terobosan ini. Dr. Katsu Takahashi menjabat sebagai Kepala departemen kedokteran gigi dan bedah mulut di Medical Research Institute Kitano Hospital di Osaka, dan juga merupakan senior lecturer di Kyoto University Graduate School of Medicine.
Pengembangan obat ini melibatkan kolaborasi antara beberapa institusi terkemuka, termasuk Kyoto University Hospital, University of Fukui, dan Medical Research Institute Kitano Hospital di Osaka. Perusahaan biofarmasi Toregem Biopharma, yang didirikan pada tahun 2020 dan didanai oleh Kyoto University, bertanggung jawab atas pengembangan obat ini. KISO Honoka, D.D.S., Ph.D., menjabat sebagai Co-founder & CEO Toregem Biopharma, sementara Dr. TAKAHASHI Katsu juga berperan sebagai Co-founder & CTO.
Sebelum memasuki uji klinis pada manusia, obat TRG-035 telah melalui serangkaian penelitian ekstensif pada hewan. Studi awal pada tikus dan musang (ferrets) menunjukkan hasil yang sangat menjanjikan, di mana hewan-hewan tersebut berhasil menumbuhkan gigi baru yang berfungsi penuh tanpa efek samping yang signifikan. Sebuah studi penting pada tahun 2021, yang diterbitkan di Science Advances (juga disebut Scientific Reports di beberapa sumber), secara spesifik menunjukkan bahwa antibodi USAG-1 efektif menstimulasi pertumbuhan gigi pada tikus yang menderita agenesis gigi, sebuah kondisi bawaan lahir di mana individu tidak memiliki sebagian gigi. Pada tahun 2023, Toregem Biopharma berhasil mengumpulkan sekitar 380 juta yen (sekitar $2.5 juta USD) untuk mempersiapkan uji coba pada manusia, menunjukkan komitmen serius terhadap proyek ini.