Tradisi Unik SDN 018 Balikpapan Utara: Sambut Tamu dengan Buah Lokal
SDN 018 Balikpapan Utara menerapkan tradisi unik menyambut tamu dengan menyuguhkan aneka buah hasil kebun orang tua siswa, sebuah kebiasaan yang telah lama menjadi bagian dari budaya sekolah.
GG Reporter
BALIKPAPAN – Sebuah tradisi unik dan sarat makna telah lama diterapkan di lingkungan SDN 018 Balikpapan Utara. Sekolah dasar yang berlokasi di wilayah Balikpapan Utara ini memiliki kebiasaan istimewa dalam menyambut setiap tamu yang berkunjung, yakni dengan menyuguhkan aneka buah-buahan segar. Buah-buahan yang disajikan bukanlah sembarang buah, melainkan hasil panen langsung dari kebun milik orang tua siswa, mencerminkan kolaborasi erat antara pihak sekolah dan wali murid.
Tradisi Sambut Tamu dengan Hasil Kebun Lokal
Kebiasaan menyuguhkan buah-buahan lokal kepada para tamu telah menjadi ciri khas SDN 018 Balikpapan Utara. Tradisi ini tidak hanya sekadar bentuk keramahan, tetapi juga menjadi representasi dari kekayaan alam sekitar serta semangat kebersamaan komunitas sekolah. Setiap tamu yang datang akan disambut dengan hidangan buah segar yang dipetik langsung dari kebun-kebun milik orang tua siswa, memberikan sentuhan personal dan kehangatan yang mendalam. Praktik ini secara konsisten diterapkan sebagai bagian dari upaya sekolah untuk menciptakan suasana yang ramah dan akrab bagi siapa pun yang berkunjung.
Bagian Tak Terpisahkan dari Budaya Sekolah
Menurut Kepala SDN 018, Ismawati, praktik ini bukanlah hal baru. Beliau menjelaskan bahwa kebiasaan ini sudah lama diterapkan di sekolah tersebut. Ismawati secara tegas menyatakan, "Kebiasaan menyuguhkan buah kepada tamu sudah lama diterapkan sebagai bagian dari budaya sekolah." Pernyataan ini menegaskan bahwa tradisi tersebut telah mengakar kuat dan menjadi bagian integral dari identitas serta nilai-nilai yang dipegang teguh oleh SDN 018 Balikpapan Utara. Hal ini menunjukkan komitmen sekolah dalam melestarikan nilai-nilai lokal dan membangun hubungan yang harmonis dengan seluruh elemen masyarakat, khususnya para orang tua siswa yang turut berkontribusi dalam menjaga kelangsungan tradisi ini dengan menyediakan hasil kebun mereka.