Pemerintah Perkuat Antisipasi Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional
Pemerintah Indonesia memperkuat langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas ekonomi dan sektor keuangan nasional di tengah dinamika global.
Pemerintah Indonesia memperkuat langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas ekonomi dan sektor keuangan nasional di tengah dinamika global.
Sejumlah wilayah di Sumatra mengalami mati listrik sejak Jumat, 22 Mei 2026, pukul 18.44 WIB. Palembang dan Padang dilaporkan sudah kembali normal, sementara Medan masih terdampak blackout.
Bulog membantah isu kelangkaan Minyakita, mengklaim stok nasional aman berdasarkan data distribusi yang dipantau via aplikasi.
PLN Persero menyampaikan permohonan maaf atas padam total kelistrikan di Sumatera Bagian Tengah dan Utara akibat gangguan sistem.
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) melalui Satuan Pemeliharaan (Sathar) 15 Depohar 10 berhasil melaksanakan pemeliharaan berkala terhadap pesawat Hercules, menunjukkan komitmen dalam menjaga kesiapan alutsista.
Dunia usaha di Indonesia mulai merasakan dampak kenaikan suku bunga acuan BI, memicu kekhawatiran pelaku industri akan perlambatan ekonomi dan potensi pengurangan tenaga kerja baru.
Menko AHY menegaskan komitmen Republik Indonesia dalam mewujudkan kemandirian industri pertahanan, meskipun saat ini masih menghadapi tantangan ketergantungan impor alutsista. Proses transformasi ini membutuhkan waktu dan kerja sama internasional.
Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 menegaskan dukungan terhadap program Sekolah Rakyat Prabowo yang bertujuan meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu di Indonesia.
Sidang kasus penyiraman air keras Andrie Yunus mengungkap kondisi kulitnya pulih 80% namun matanya mengalami cacat permanen. Sidang tuntutan ditunda hingga 3 Juni 2026.
Jogja Financial Festival, festival keuangan terbesar, akan diselenggarakan secara gratis di Jogja Expo Center pada 22-23 Mei 2026, menawarkan kesempatan berharga bagi masyarakat untuk memperdalam wawasan finansial.
Pasar di Indonesia kini lebih fokus pada konsistensi eksekusi kebijakan reformasi fiskal sebagai kunci stabilitas ekonomi, mengingat ruang kesalahan ekonomi yang semakin sempit.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW) dapat menghemat biaya pembangkitan listrik hingga Rp73,9 triliun per tahun.